Latar Belakang

Written by Super Admin Wednesday, 10 April 2019 10:17

 

Tingkat kemampuan membaca dan menulis masyarakat Indonesia berdasarkan peringkat literasi internasional oleh central Connecticut state university pada tahun 2016 yakni berada diurutan ke-60 dari 61 negara. Senada dengan itu, berdasarkan hasil kajian tingkat budaya baca masyarakat yang dihasilkan oleh perpustakaan nasional RI pada tahun 2016 lalu bahwa budaya baca berada pada kategori rendah dengan nilai rata rata 26,7. Hasil kajian pada tahun 2017 juga masih menunjukan bahwa tingkat budaya baca masyarakat Indonesia secara nasional masih dalam kategori rendah dengan rata rata 36,48 (dari skala 100). Hal itu dikarenakan belum meratanya penyebaran akses bahan bacaan bagi masyarakat sampai keplosok daerah di Indonesia.

 

Maka patut digaris bawahi bahwa tumbuh kembang anak dalam menjalini masa-masa proses belajar amatlah penting apalagi menyangkut dunia literasi. Karena dengan literasi berarti memberikan asupan informasi bagi otak dan hati. Kemudian keduanya bertaut membangun konsep untuk berpikir kritis dan mampu melahirkan kreatifitas. Menghidupkan budaya literasi dalam keluarga merupakan sebuah upaya guna menumbuhkembangkan karakter anak dalam menghadapi kehidupan sesuai degan masa pertumbuhannya.

 

Selanjutnya dalam mengimplementasi program bunda literasi di Kabupaten tasikmalaya, dikandung maksud untuk mengembangkan dunia literasi secara komprehensif integral artinya gerakan ini dilakukan secara massal, masif, sistemik, terstruktur, terorganisir, sebagai upaya pelanjutan dari kebijakan yang telah ditetapkan yang memfokuskan perhatiannya kepada pegembangan minat, gemar dan budayabaca dalam arti yang luas bagi masyarakat Kabupaten tasikmalaya.

 

Keluarga sebagai salah satu unit terkecil yang ada di masyarakat dapat menjadi kunci utama untuk menghidupkan budaya literasi. Mengingat pentingnya budaya literasi bagi masyarakat tasikmalaya, hendaknya literasi mulai dikembangkan dalam lingkungan keluarga. Hal ini dikarenakan keluarga merupakan suatu miniature pendidikan utama dalam merangsang pola perkembangan anak baik dari aspek intelektual, emosional, maupun spiritual. Karena bagaimana pun kekhawatiran akan tetap timbul pada setiap orang tua yang menginginkan anaknya berguna bagi nusa dan bangsa. Tidak bisa dipungkiri bahwa di tengah kemudahan akses informasi serba online, maka perlu kontrol dan bimbingan orang tua kepada anak anaknya agar dapat lebih focus pada proses belajar.