Pemerintah Daerah Kabupaten Tasikmalaya mengukuhkan Bunda Literasi untuk 39 Kecamatan se- Kab. Tasikmalaya, melakukan launching Kotak Literasi Cerdas (Kolecer), dan sosialisasi kegemaran membaca di Pendopo Baru Kab. Tasikmalaya, Senin (08/07/2019. Berbagai kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai langkah konkret Pemkab. Tasikmalaya menyikapi berbagai penelitian yang menyebutkan bahwasannya minat baca masyarakat Indonesia sangat rendah.

Menurut penelitian yang dipublikasikan oleh lembaga PBB Unesco, disebutkan minat baca orang Indonesia hanya 1:1000, artinya dari 1000 orang Indonesia hanya 1 orang yang memiliki minat membaca buku. Hal tersebut diperkuat dengan penelitian dari Connecticut State University pada tahun 2016, berdasarkan survey mereka, minat baca orang Indonesia berada di peringkat ke- 60 dari 61 negara yang disurvey. Hal tersebut sangat memprihatinkan mengingat Indonesia akan memiliki bonus demografi pada 2045 dimana penduduk usia muda mendominasi.

“Bapak Ibu sekalian, kegiatan membaca buku sangat bermanfaat terutama dalam memperoleh ilmu pengetahuan dan informasi yang akurat. Kenapa saya katakan akurat, karena buku telah melalui serangkaian prosedur legal dan terstandar sehingga isinya dapat dipertanggung jawabkan dan kita semua dapat terhindar dari informasi bohong atau hoax yang umumnya didapat dari gadget,” tegas Bupati Tasikmalaya H. Ade Sugianto, S.IP dihadapan para Bunda Literasi dari 39 Kecamatan di Tasikmalaya.

Ade Sugianto yang akrab disapa Ade menyampaikan, senada dengan program 1821 yang digagas oleh Pemerintah pada saat Hari Keluarga Nasional (Harganas) beberapa waktu lalu, minat membaca buku dapat diintegrasikan dalam program tersebut. “Ketika upacara Harganas lalu, kami meluncurkan program 1821 yakni, dari pukul 18.00 atau 6 sore sampai pukul 21.00 atau sembilan malam, dianjurkan untuk menghabiskan waktu dengan melakukan berbagai macam kegiatan bermanfaat bersama keluarga. Salah satu yang dapat dilakukan adalah membaca buku Bersama disamping mengaji tentunya. Kami berpikir, kegiatan membaca buku akan lebih seru dan mengasyikkan jika dilakukan Bersama-sama dengan keluarga dan dalam waktu yang santai,” Jelas Ade.

Kabupaten, Wartatasik.com – Bupati Tasikmalaya Ade Sugianto tak menampik minat baca maupun literasi masyarakat Kab Tasikmalaya masih rendah.

Hal itu dikatakannya saat menghadiri pengukuhan Bunda Literasi se-kab Tasikmalaya, Lonuching program Kotak Literasi Cerdas (Kolecer) dan Sosilaisasi gemar baca di Pendopo Baru Kab. Tasikmalaya, Senin (08/07/2019).

Namun Bupati yakin dengan dikukuhkannya Bunda Literasi dan program Kotak Literasi Cerdas (Kolecer) dapat merangsang minat baca masyarakat kab Tasikmalaya dalam berbagai kegiatan konkrit yang dilakukan Pemkab Tasikmalaya.

Menurut Bupati, membaca via buku sangat akurat mendapat ilmu maupun informasi, sebab buku telah melalui rangkaian prosedur legal dan standar sehingga isinya dapat dipertanggungjawabkan.

“Kita semua dapat terhindar dari informasi bohong atau hoax yang umumnya didapat dari gadget,” tegas Bupati.

PRIANGAN.COM – TASIKMALAYA | Bunda Literasi Kabupaten Tasikmalaya, Ai Diantani Sugianto, mengatakan, saat ini minat baca di Kabupaten Tasikmalaya masih rendah. Hal itu disampaikanya saat memberikan sambutan dalam acara Pengukuhan Bunda Literasi Kecamatan se-Kabupaten Tasikmalaya di Gedung Pendopo Baru, Kabupaten Tasikmalaya, Senin, 8 Juli 2019.

Ibu Ai menyebutkan, ada banyak faktor yang mempengaruhi rendahnya minat baca di Kabupaten Tasikmalaya. Salah satunya adalah kemajuan teknologi yang saat ini semakin berkembang. Keberadaan Televisi, Radio, maupun internet, menjadi beberapa faktor utamanya. Maka dari itu, kondisi tersebut mesti secepatnya dibenahi agar minat baca di Kabupaten Tasikmalaya bisa lebih meningkat.Ia menambahkan, untuk meningkatkan minat baca di Kabupaten Tasikmalaya bisa dilakukan melalui anak-anak usia dini. Menurutnya, pada usia itulah minat baca harus dipupuk. Agar, kelak mereka memiliki minat baca yang tinggi.

Wagub Jabar Minta Bunda Literasi Gerakan Baca Tulis Alquran

Written by Super User Read 50 times Published in Berita

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Empat Bunda Literasi baru resmi dilantik oleh Bunda Literasi Jawa Barat (Jabar) Atalia Praratya, di Aula Barat Gedung Sate Bandung, Kamis (3/1). Keempat Bunda Literasi tersebut ialah untuk Kabupaten Bogor, Kabupaten Subang, Kabupaten Majalengka, serta Kota Banjar.

Menurut Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, ia berharap Bunda Literasi mampu mendorong kemampuan masyarakat Jabar, yang dominan beragama Islam, untuk meningkatkan kemampuan membaca dan menulis Alquran.

 

 

Uu menilai, adanya Bunda Literasi ini merupakan bagian dari upaya Pemprov Jabar untuk meningkatkan minat baca masyarakat yang masih rendah. Ia inginkan sosok Bunda Literasi menjadi pendidik utama yang mampu memotivasi lingkungannya dalam menjadikan baca tulis sebagai budaya.

Tingkat Literasi Warga Kabupaten Tasikmalaya Rendah

Written by Super Admin Read 54 times Published in Berita

TASIKMALAYA, AYOBANDUNG.COM -- Bupati Tasikmalaya Ade Sugianto mengakui, minat warga Kabupaten Tasikmalaya dalam membaca masih sangat rendah. Untuk itu, pihaknya melakukan sejumlah upaya, dua di antaranya dengan mengukuhkan bunda literasi dan peluncuran Kotak Literasi Cerdas(Kolecer). Ade menjelaskan, melalui membaca maka ilmu akan mudah didapatkan. Terutama jika asupannya itu melalui buku. Ade meyakini sebenarnya tingkat membaca warganya juga tinggi, hanya saja selorohnya, itu didapatkan melalaui gawai. "Tetapi masalahnya yakni, membaca yang sifatnya keilmuan melalui buku ini sudah jarang sekali," papar Ade kepada wartawan usai kegiatan pengukuhan Bunda Literasi dan peluncuran Kolecer, Senin (8/7/2019).

Melalui pengukuhan Bunda literasi dan program Kolecer, Ade optimis bisa menggugah dan menumbuhkan kembali minat baca di masyarakat. Namun yang lebih penting yakni, penumbuhan kebiasaan membaca dimulai dari keluarga. "Kita juga dibantu aktivitis literasi, saya berkeinginan semakin tumbuh minat baca di masyarakat. Tetapi yang penting adalah dimulai dari lingkungan keluarga, " papar Ade. Ditemui ditempat yang sama, Plt Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Tasikmalaya Rahayu menuturkan, jumlah kunjungan ke Perpustakaan daerah cukup banyak. Rata-rata jumlah kunjungan mencapai 100 orang per hari. Namun demikian, untuk menumbuhkan literasi di tengah masyarakat luas, dinasnya akan menempatkan Kolecer di depan Masjid Agung Baiturrahman. Selain itu, dibantu juga dengan perpustakaan keliling. "Kita juga dibantu oleh aktivis literasi. Mudah-mudahan upaya ini semua mempu meningkatkan minat baca masyarakat Kabupaten Tasikmalaya," pungkas Rahayu


Penulis: Irpan Wahab Muslim
Editor : Ananda Muhammad Firdaus

Wakil Bupati Tasikmalaya H. Ade Sugianto S.IP resmi dilantik sebagai Bupati Tasikmalaya sisa masa jabatan 2016-2021 oleh Gubernur Jawa Barat H. M. Ridwan kamil, S.Y.,M.U.D di Aula Barat Gedung Sate, Senin (3/12/2018). Acara tersebut dihadiri Wakil Gubernur Jawa Barat sekaligus mantan Bupati Tasikmalaya H. Uu Ruzhanul Ulum, unsur forum kominda Provinsi Jawa Barat, unsur forum Kominda Kabupaten Tasikmalaya, anggota DPR RI, anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Kepala SKPD dilingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Tasikmalaya, Keluarga, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta unsur terkait lainnya.

 

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyampaikan, pelantikan tersebut dilaksanakan atas dasar Surat Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 131.32/9364/otda tanggal 26 November 2018, serta diterbitkannya Keputusan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 131.32-8489 tahun 2018 tentang Pengangkatan Bupati dan Pemberhentian Wakil Bupati Tasikmalaya.

 

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bepesan kepada Bupati Tasikmalaya yang baru saja dilantik H. Ade Sugianto, bahwa ada tiga hal dalam revormasi birokrasi yang menjadi tugas Bupati Tasikmalaya dalam menjalankan roda pemerintahan. Tiga hal yang dimaksud yakni meningkatkan integritas, kuatkan niat, kuatkan pondasi jabatan adalah sarana ibadah, jangan gunakan jabatan untuk mencari nafkah diluar yang kepatutan, jadikan menjadi ASN mencari kemuliaan dari pelayanan. Kedua lakukan revormasi bahwa seorang ASN itu harus melayani, kepuasan akan dicapai ketika masyarakat mengucapkan terima kasih atas kinerja pemerintah. Ketiga ialah profesionalisme dari ASN yang harus lebih ditingkatkan.

 

Gubernur Jawa Barat menitipkan Kabupaten Tasikmalaya dengan segala potensi Kabupaten Tasikmalaya yang ada. “Kita telah sepakat untuk menjadikan Provinsi Jawa Barat sebagai Provinsi pariwisata, saya ingin kalo orang ke periangan timur, Tasikmalaya memiliki potensi-potensi wisata yang dianugrahi Alloh SWT, saya berharap Kabupaten Tasikmalaya lebih mengembangkan potensi-potensi tersebut,” ujar Gubernur. “Pertahankan prestasi pertanian Kabupaten Tasikmalaya, khususnya pertanian organik yang akan kita jadikan percontohan untuk Provinsi Jawa Barat bahkan Indonesia,” pungkas Gubernur. Diakhir sambutannya, Ridwan Kamil mendo’akan Kabupaten Tasikmalaya dapat menjadi Kabupaten terbaik di Jawa Barat dalam lima tahun kedepan.